Wisata

Malini Agro Park Diharapkan Jadi Soko Guru Pariwisata Bali

Senin, 27 Agustus 2018 | 08:02 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BADUNG.
Beritabali.com,Badung. Prospek Malini Agro Park Malini diharapkan mampu menjadi soko guru pariwisata Bali karena mengangkat sepenuhnya kearifan lokal Bali dan pertaniannya untuk menunjang pariwisata. Sehingga bukan pariwisata, yang mengguatkan pertanian melainkan, pertanianlah yang menjadi tolak ukur dari pariwisata tersebut.

Pilihan Redaksi

  • Usaha Agro Wisata Memunculkan Kecintaan yang Universal
  • Era Digital, Wisatawan Lebih Berminat ke Desa Wisata
  • Pelaksanaan Sanur Village Festival Jadi Trending Topic Teratas
  •  
    Malini Agro Park yang berlokasi di Desa Pecatu, Kuta Selatan, pada hari Jumat, (24/8) secara resmi dibuka. Pembukaan Agro Park yang menyiapkan aneka sayuran dan minuman organik dilakukan oleh Camat Kuta Selatan (Kutsel) Made Widiana didampingi Perbekel Desa Pecatu, Made Karyana Yadnya serta penggagas sekaligus pemilik Malini Agro Park, Wayan Tana. Hadir pula dalam pembukaan Agro wisata satu-satunya di Kutsel ini, Ketua BPD dan LPM serta Para Kadus dan Kelian Se-Desa Pecatu beserta undangan lainnya.
     
     
    Camat Kutsel dalam sambutan memberikan apesiasi atas dibukannya Malini Agro Parka. Camat asal Kedonganan ini menegaskan apa yang digagas Wayan Tana selaku putra daerah Pecatu sangat luar biasa. Karena meski di lahan tandus, Tana mampu mengubah kawasan tersebut menjadi hijau. Bahkan berkat sentuhannya Pecatu kini memiliki Agro wisata yang bisa menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Badung khususnya di Kuta Selatan. 
     
    Sebab selain sebagai daya tarik wisata produk-produk yang dihasilkan di agro Park yang bersebelahan dengan objek Wisata Uluwatu tersebut juga menghasilkan produk organik yang bisa disalurkan ke hotel-hotel berbintang di kawasan Kuta Selatan dan sekitarnya. 
     
    Terlebih-lebih belakangan, produk-produk organik menjadi incaran para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Selain itu sambung Widiana, produk organik berupa sayur,  buah maupun minuman organik yang dihasilkan bisa disalurkan ke hotel-hotel berbintang yang ada di Kuta Selatan bahkan Badung. Peluang tersebut, saran Wijana harus dimanfaatkan sehingga produk-produk hasil Malini menjadi salah satu hidangan di hotel-hotel tersebut.
     
    "Saya rasa wisatawan akan sangat senang dengan yang berbau-bau organik tersebut," imbuhnya.
     
     
    Pihaknya selaku pemerintah bersama Perbekel Pecatu akan senantiasa mendukung agar Malini Agro Park ini semakin berkembang. Salah satunya akan memperjuangkan fasilitas jalan masuk ke kawasan tersebut yang masih berbatu dan belum diaspal. Apresiasi juga datang dari Perbekel Desa Pecatu, Made Karyana Yadnya. Dirinya bahkan sudah mempunyai pemikiran bagaimana agar minuman organik hasil Malini bisa menjadi suguhan welcome drink di hotel-hotel yang ada di Pecatu.
     
    Apa yang digagas Wayan Tana, sambungya memang sangat menginspirasi dan memotivasi bangkitnya pertanian di Pecatu. Hal ini tentu akan sangat didukung, apalagi Bupati Badung diketahuinya sangat perhatikan perkembangan sektor pertanian ini. Karenanya dia juga akan memfasilitasi bagaimana nantinya hotel-hotel yang ada bisa bekerjasama dengan Malini Agro Park. Selain memanfaatkan produknya, hotel juga bisa mengarahkan tamunya untuk datang dan melihat langsung pengelolaan pertanian organik tersebut di lahan tandus. 
     
    "Ini memang luar biasa, kami di pemerintahan desa senantiasa akan mendukung keberadaan Malini Agro Park ini," ujarnya.
     
    Pengggagas Malini Argo Park, Wayan Tana mengaku yakin dan optimis Malini akan berkembang pesat. Sebab wisatawan yang datang ke destinasi pariwisata sangat tertarik, dan menyukai suasana lingkungan yang alami. Terlebih lagi produk yang dihasilkannya di Malini adalah produk-produk yang organik. Bahkan produk ini bisa diolah dan dinikmati langsung oleh wisatawan. 
     
    "Usaha wisata yang berbasis pertanian Kedepan saya yakin akan dicari bahkan akan memunculkan kecintaan yang universal," tegas Bapak satu Putra ini.
     
    Selain itu Malini ini mampu menawarkan pariwisata sehat, bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, karena hasil produknya organik. Hal inilah yang boleh dibilang sangat dicari wisatawan "Selain akan memberi prospek yang baik. Agro wisata, tentunya akan bisa menjadi wisata sehat, yang bisa ditawarkan kepada setiap wisatawan yang  berlibur di Bali. Baik itu bagi wisatawan lokal, maupun mancanegara," tegasnya sembari mengatakan wisata ini disukai mulai dari anak-anak, orang dewasa baik wisatawan lokal  maupun mancanegara. 
     
    Sebab mereka bisa menyatu dengan suasana alam sekitar. Bukan itu saja hal ini juga jadi sarana bagi anak-anak untuk mengenal lebih dekat, terhadap apa yang dimakan. Utamanya  mengenal apa itu produk-produk pertanian yang organik dan cara memproduksi maupun merawatnya.
     
    Kemudian, dalam waktu dan kesempatan yang sama dari PT EP 21, yakni perusahaan yang bergerak di bidang agro teknologi  termasuk dipertanian organik dan pengembangan teknologi-teknologi terkini, Fatah menyampaikan, bukan hal yang mudah jika dilihat dari lahanya yang berbatu kapur. Memang dibutuhkan perjuangan yang luar biasa, khususnya dalam mengembangkan pertanian atau argo wisata tersebut.
     
    "Mengembangkan daerah ini, memang tidak semudah membalikan t

    Pilihan Redaksi

  • Festival Tepi Sawah Konsisten Usung Konsep Ramah Lingkungan
  • Operasi Sweeping, Polisi Bubarkan Pemuda Minum Bir di Pinggir Jalan
  • Polisi Tangkap Jambret Turis Asing Berkedok Tukang Ojek
  • elapak tangan. Tentu membutuhkan perjuangan yang ekstra dan ketekunan," ujarnya.
     
    Untuk Malini dirinya menyebutkan, akan selalu siap untuk lakukan investasi. Mudah-mudahan kedepan Malini nantinya, akan menjadi Malini Agro Tekno Park yang akan dikembangkan dengan seluruhnya hijau.
     
    "Tidak akan ada satupun yang menjadi sampah nantinya. Semua akan bermanfaat, bahkan untuk sampah yang ada akan kami buat untuk brand Malini. Yang untuk di Bali khususnya, dan Indonesia pada umumnya, Malini bisa dikatakan telah menjadi salah satu percontohan yang baik. Selain itu, kami berjanji air lautpun akan kami konversikan menjadi listrik dan gas. Itu akan kami kembangkan untuk Malini saja," ucapnya.
     
    "Karena jika dilihat wisatawan datang ke Bali, yang dicari cuma satu kulinernya. Seperti di Malini ini misalnya, yang memiliki tawaran menu yang akan selalu fresh," tutupnya. (bbn/aga/adv/rob)

    Penulis : Berita Advertorial

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Malini Agro Park Pecatu Kuta Selatan Soko Guru Pariwisata



    Wisata Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending Wisata

    Berita Bali TV