Wisata

5 Tips Berburu "Blue Fire" di Gunung Ijen

Jumat, 09 Agustus 2019 | 18:00 WITA

bbn//beautifuljava.co.id

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Api biru atau blue fire yang ada di Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur kerap diburu para wisatawan. Apalagi bagi mereka yang menyukai bidang fotografi pasti tak ingin melewatkan fenomena langka tersebut. 

Pilihan Redaksi

  • Dongkrak Kunjungan Wisman, Dinas Pariwisata Karangasem Gelar Sejumlah Festival
  • Wisata Medis: Malaysia Tawarkan Pengobatan Kanker dengan Metode Imunoterapi
  • Bali Destiny Travel, Solusi Liburan Praktis Bagi Para Wisatawan Yang Ingin Berlibur Ke Bali
  •  
    Yap, blue fire memang tak muncul setiap saat karena ada waktu khusus untuk bisa menyaksikannya dengan mata telanjang. Blue fire sejatinya adalah sebuah fenomena gas yang keluar dari gunung belerang dan bercampur oksigen sehingga menampilkan bentuk layaknya lidah api berwarna biru yang sedang menari-nari. Nah, supaya berhasil mendapatkan momen blue fire di Gunung Ijen, berikut tips yang bisa kamu ikuti.
     
    1. Mendaki pada pukul 1 pagi
     
    Jika sudah bertekad untuk berburu blue fire di Gunung Ijen, kini saatnya kamu untuk memesan tiket pesawat ke Banyuwangi. Ya, perjalanan ke Banyuwangi kini bisa ditempuh dengan menggunakan pesawat. Untuk booking tiket pesawatnya, kamu bisa Lihat Disini. Nah, kalau tiket sudah di tangan, segera buat itinerary menuju Gunung Ijen. 
     
    Pastikan untuk mendaki Gunung Ijen pada tengah malam. FYI, pendakian Gunung Ijen baru dibuka pada pukul 01.00 WIB. Jadi, kamu bisa memulai pendakian sesaat setelah loket tiket masuk dibuka. Biasanya fenomena blue fire muncul mulai pukul 03.30 WIB dan api mulai mengecil menjelang pukul 05.00 WIB. Pendakian sendiri bisa ditempuh dalam waktu 2 - 3 jam, tergantung kondisi fisik masing-masing pendaki. Jadi, upayakan untuk berangkat sepagi mungkin supaya bisa menyaksikan fenomena blue fire.
     
    2. Datang saat musim kemarau
     
    Datanglah saat musim kemarau sebab api biru tampil lebih malu-malu ketika musim penghujan. Sementara saat musim kemarau, blue fire cenderung lebih besar sehingga dapat disaksikan dengan jelas walau dari kejauhan.
     
    Saat musim kemarau sekitar bulan Juli hingga September adalah waktu terbaik untuk mendaki Gunung Ijen. Selain bisa mendapatkan momen blue fire, jalur pendakian saat musim kemarau juga tidak licin dan lebih aman untuk para pendaki.
     
    3. Persiapkan fisik
     
    Untuk tiba di lokasi munculnya blue fire setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 jam perjalanan. Bagi yang sudah sering trekking dan mendaki gunung pasti mampu menaklukkan Gunung Ijen dalam waktu singkat. Khusus untuk kamu yang belum pernah mendaki, ada baiknya untuk mempersiapkan fisik sebaik mungkin.
     
    Walau ketinggiannya tak seberapa, kamu tak boleh meremehkan jalur pendakian Gunung Ijen. Mendaki Gunung Ijen cukup menguras tenaga sehingga dibutuhkan stamina yang kuat serta persiapan yang matang.
     
    4. Persiapkan peralatan sebaik mungkin
     
    Ketahuilah bahwa momen api biru adalah momen yang spesial. Maka dari itu, persiapkan peralatan sebaik mungkin, termasuk kamera d

    Pilihan Redaksi

  • Pemkot Usulkan 4 Kebudayaan Denpasar Jadi WBTB Indonesia
  • Mata Tertutup, Telinga Disumpal dan Mulut Dilakban, Kunto Bakal 'Ngedrum' 7,4 Jam Non-Stop
  • Diduga Bunuh SPG di Penginapan Teduh Ayu 2, Resmob Bekuk Bagus di Minahasa
  • an perangkat pendukung lainnya. Durasi blue fire juga tidak lama karena hanya berlangsung kurang lebih 1 jam.
     
    Ketika sudah menempati posisi terbaik untuk mengambil gambar, segeralah abadikan momen blue fire di Gunung Ijen sebelum apinya mulai mengecil. Selain perangkat kamera, persiapkan pula perlengkapan pendakian lainnya, seperti senter, jaket tebal, sarung tangan, dan masker. 
     
    5. Jangan datang saat musim liburan
     
    Nama Gunung Ijen sudah terkenal hingga ke mancanegara. Tak heran kalau banyak wisatawan lokal maupun asing yang memadati objek wisata Gunung Ijen. Saat hari biasa saja, Gunung Ijen tak pernah sepi, apalagi saat musim liburan.
     
    Oleh sebab itu, jangan datang saat musim liburan karena Gunung Ijen akan dipenuhi dengan lautan manusia. Kesempatan menyaksikan blue fire pun terancam gagal. Jadi, tentukan waktu kunjungan yang tepat supaya pengalaman liburanmu ke Gunung Ijen menjadi lebih menyenangkan.
     
    Jadi, sudah siap berburu momen blue fire di Gunung Ijen? 

    Penulis : Berita Advertorial

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Blue Fire Gunung Ijen



    Wisata Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending Wisata

    Berita Bali TV